Ketiga aksi unjuk rasa yang dilakukan berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat tersebut dilakukan dengan memblokade jalur pantura.
Aksi blokade pantura dilakukan oleh puluhan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) di perempatan Jalan Pemuda by pass Kota Cirebon.
Aksi blokade pantura juga dilakukan ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat dan Pemuda (Gempa) Cirebon. Pengunjuk rasa yang berdemo di jalur pantura, tepatnya di ruas Kedawung, Kabupaten Cirebon. Aksi tersebut cukup mengganggu arus lalu lintas.
Aksi demo blokade pantura tengah pun dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aksi di gedung Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah Cirebon ini kemudian dilanjutkan ke Pertamina EP Region Jawa.
Selain blokade pantura, para pengunjuk rasa melakukan orasi menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Para pendemo pun melakukan aksi bakar ban. "Kenaikan BBM hanya akan menyengsarakan rakyat kecil," kata Enja Warjana, koordinator lapangan HMI.
Hal yang sama diungkapkan Ibnu, koordinator aksi Gempa. Mereka menuntut agar dilakukan nasionalisasi aset-aset dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat Indonesia. "Kenaikan BBM hanya akan menambah jumlah masyarakat miskin di Indonesia," ujarnya.
Mereka pun menuntut agar dilakukan nasionalisasi aset-aset dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat Indonesia.
Aksi unjuk rasa dengan memblokade pantura dikeluhkan sejumlah pengguna jalan. "Gara-gara ada demo, perjalanan jadi terhambat. Kasihan juga dengan penumpang kami," kata Toni, salah seorang sopir bus Jakarta-Cirebon.[jul]

















